Arsip

Archive for the ‘Informasi’ Category

Pelatihan Sabut Kelapa Berkaret (SEBUTRET)

keebun kelapa

Ilmu, itu mungkin kata yang tepat untuk memulai segala macam aktifitas, entah itu bisnis,pergaulan,rumah tangga,dan sebagainya.ilmu juga tentu tidak sekedar teori yang di dapat, tetapi bagaimana ilmu itu akan diterapkan dengan baik, tentunya juga sebaiknya di imbangi dengan pelatihan, artinya ketika ilmu di perolah harus lansung di terapkan, agar dapat menguasai teknis penerapannya.

3020140_sabuk4coir-sheet.jpgTerkait hal ini di atas maka ada sebuah peluang emas bagi masyarakat khususnya di indonesia yakni pengolahan sabut kelapa dan karet menjadi berbagai macam produk yang dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Masyrakat masih sangat mengetahui sedikit terkait usaha sabut kelapa dan karet, masayarakat baru mengetahui hanya beberap jenis produk olahan sabut kelapa saja, padahal hasil buah kelapa yang di hasilkan oleh indonesia sangat besar yaitu sekitar 15 miliayar butir per tahun.
Potensi sabut kelapa Indonesia yang belum dimanfaatkan menjadi komoditas bernilai ekonomi mencapai 14 miliar butir per tahun.

coconut

sabut_kelapa__po.jpgpotensi sabut

Harga pembelian sabut kelapa petani di pabrik pengolahan sabut kelapa Rp 40-Rp 70 per butir. “Dengan demikian, petani kelapa kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp 840 miliar per tahun”. Sebagai contoh potensi sabut kelapa di Pulau Lombok, NTB yang sampai saat ini belum termanfaatkan secara maksimal. Provinsi NTB memiliki lahan kebun kelapa seluas 67.082 hektare dengan produksi buah kelapa diperkirakan mencapai angka di atas 500 juta butir per tahun. Begitu juga sama halnya di daerah Cilacap – Jawa Tengah. Cilacap memiliki potensi kebun kelapa yang ada sekitar 36.000 hektare, maka diperkirakan hasil buah kelapa di Cilacap sekitar 200-300 juta butir per tahun.
Melihat potensi yang ada tentunya sangat disayangkan apabila sabut kelapa tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Terlebih lagi potensi pemanfaatan sabut kelapa ini tidak memerlukan biaya yang cukup besar. Dengan teknologi sederhanapun sabut kelapa dapat menghasilkan produk berkualitas yang tentunya juga dikombinasikan dengan kompon lateks karet, sehingga tidak serta merta sabut kelapanya saja yang di ekspor tetapi juga produk jadi juga dapat menjadi potensi penghasilan yang juga tentunya lebih baik lagi.

New Picture (4)Ekspor sabut

Bahan kasur setenah jadiPasar dalam negri dan luar negri yang sangat luar biasa menjadikan peluang sangat baik untuk kemuadian usaha sabut kelapa dan karet ini di kembangkan.
Potensi pasar dalam negri seperti: Matras/Kasur Tidur (Rumah Sakit, Hotel,Villa, Rumah2 mewah/masyarakat dll), Jok mobil (Perusahaan Otomotif”karoseri”), Peredam Suara(Studio, Ruang yang membutuhkan kedap suara), Bantal dan Guling, Handycraft “Tas,Tempat Tisyu,Topi,Kopiah,Sandal,Sepatu,dll”(Toko2 penjual aksesoris,Tempat wisata,dll), Karpet,Dll. Sedangkan potensi pasar Luar Nergri seperti: Bahan setengah jadi Kasur/Matras, lembaran Sebutret 1mm-2cm sebagai media tanam dan juga pelapis, Penyaring limbah, Jok Mobil(Industri otomotif) dll.

icon_matras_200icon_kasur_lipat3_200icon_bantal&guling_200icon_aneka_kreasi_150icon_bantal_lesehan_200icon_bantalextra_150kasur

lembaran sebutret 123

Dengan melihat potensi dan pelung yang ada maka kami SEBUTRET Indonesia mengadakan pelatihan sekaligus penyedia alat dan mesin pengolahan Sabut Kelapa Berkaret, supaya dapat dikembangkan di seluruh pelosok Nusantara, sehingga dapat memenuhi kebutuhan ekspor dan pasar dalam negri.
SEBUTRET Indonesia berdiri mulai tahun 2008 sampai saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang ada, seperti permintaan dari Korea yang meminta bahan setengah jadi kasur sebanyak 20 Kontainer per bulan, padahal kemampuan kami baru sebanya 2 kontainer per bulan.

kontainer sabut kelapa
Pelatihan yang di berikan oleh kami mencakup semua yang terkait dengan kegiatan atau cara memulai usaha,paktek,mesin SEBUTRET sampai pada pasar yang tersedia.
Pelatihan ini sudah dilakukan sampai pada 13 angkatan, yang terakhir adalah dari daerah OKU (Ogan Komering Ulu) sebanyak 15 orang.
Setiap angkatan pelatihan minimal 10 orang, selama sekitar 6-10 hari.Biaya yang di kenakan sebesar 2.500.000 per orang total 25.000.000 per angkatan.
Fasilitas yang di berikan antara lain: Penginapan, Makan dan tempat pelatihan di ruangan dan di Pabrik/Workshop SEBUTRET Indonesia. Desa Tambaksari Kec.Wanareja Kab. Cilacap – Jawa Tengah.

Iklan
Kategori:Informasi

MENJAGA KESEHATAN DENGAN POLA TIDUR YANG BAIK

Tidur merupakan elemen yang tak terpisahkan dari pola kehidupan kita sehari – hari. Bahkan satu per tiga dari hidup kita dipergunakan untuk tidur. Atau bisa jadi, tidur adalah salah satu kenikmatan yang murah, tanpa beli. Sehingga tak heran jika ada orang yang doyan tidur atau memilih tidur untuk melupakan beban pikiran.

Namun sayang tidak semua orang dapat tidur pulas tiap malam hari. Ada pula orang yang sulit tidur. Benar – benar sulit, bukan karena nyamuk atau karena harus melakukan pekerjaan kantor. Menjengkelkan memang. Betapa tidak, malam hari yang semestinya dipergunakan untuk istirahat karena telah capai bekerja malah tidak kunjung mengantuk. Jangan biarkan jam tidur anda berkurang. Apalagi hal tersebut dapat berpengaruh buruk bagi stamina dan kesehatan tubuh. Oleh karena itu tidurlah yang cukup, antara tujuh hingga sembilan jam tiap hari agar keesokan harinya tubuh tetap segar dan kesehatan tubuh tetap prima.

Beberapa cara agar anda mudah mengantuk di malam hari sehingga dapat istirahat dengan tenang, berikut beberapa tips untuk mendapatkan tidur yang baik :

1. Tidur di tempat tidur yang nyaman.
Salah satu masalah tidur disebabkan karena tempat tidur yang tidak nyaman. Karena itu pilihlah tempat tidur dimana kasur dan bantal terbuat dari bahan terbaik.

2. Ventilasi kamar.
Mereka yang tidur di tempat yang sesak akan merasa lelah dan bahkan mengalami sakit kepala. Cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan ventilasi yang mengatur pergantian udara seperti jendela.

3. Redupkan lampu 30 menit sebelum tidur.
Meredupkan lampu sebelum pergi ke tempat tidur akan membantu anda menjadi mengantuk . Ini akan membiasakan pikiran anda pada suasana lebih gelap.

4. Cari tempat yang tenang untuk tidur.
Kebisingan dapat mengganggu anda untuk tidur lebih nyenyak. Sehingga lebih baik ruang tidur terbebas dari suara berisik apapun.

5. Mengubah suasana kamar.
Terkadang suasana kamar menentukan mood dan berpengaruh pada kenyamanan tidur. Cobalah untuk mengubah, ubah posisi tempat tidur pada bagian ruangan yang berbeda.

6. Jangan makan atau minum yang berlebihan sebelum tidur.
Sebaiknya makan malam dilakukan dua jam sebelum tidur. Jika terlalu banyak makan atau minum sebelum tidur akan membuat tidur tidak nyenyak dan terbangun tengah malam untuk buang air hingga beberapa kali. Dan tentu saja, tidur anda pun terganggu.

7. Lakukan Relaksasi.
Jika anda sulit tidur pada malam hari, kenapa tidak melakukan olah raga relaksasi seperti latihan pernafasan, mendengarkan lagu – lagu lembut atau membiarkan pikiran anda menerawang untuk mempercepat rasa kantuk datang.

8. Mandi dengan air hangat.
Sebelum tidur upayakan badan dalam keadaan segar. Karena itu cobalah mandi dengan air hangat terlebih dahulu karena membuat otot lebih santai dan segar.

9. Jangan Memaksa Tubuh untuk tidur
Rasa kantuk tidak bisa dipaksakan untuk secepatnya datang, biarkan tubuh yang merasakan. Jangan memaksa atau mengontrol tidur karena anda tidak bisa mengontrolnya.

10. Membaca buku.
Membaca buku buku yang ringan juga dapat anda lakukan untuk mempercepat kantuk karena membaca bisa membuat mata lelah dan bila lelah, kantuk akan cepat datang.

11. Jangan pikirkan kekhawatiran dan tutup pintu kamar tidur.
Memikirkan kekhawatiran seringkali menjadi beban dan membuat tidur sulit karena itusingkirkan kekhawatiran dari pikiran anda dan yakinlah pintu kamar tidur tertutup agar tidak ada gangguan selama tidur.

Kategori:Informasi

Kasur Mana yang Paling Nyaman untuk Anda?

November 1, 2012 1 komentar

KASUR atau dalam bahasa Inggris disebut mattress semula berasal dari bahasa Arab (matrah) yang berarti “melemparkan” atau tempat di mana sesuatu dilemparkan. Pada masa Perang Salib, Eropa pun menerapkan metode dari Arab ini. Mereka tidur di bantal yang dilemparkan di lantai. Di masa itu, kasur telah diisi berbagai material alam, misalnya jerami, bulu, atau rambut kuda.

Kini semakin banyak jenis kasur yang ‘dipersenjatai’ bermacam perangkat modern. Bahkan sejumlah peneliti mempercayai, beberapa jenis kasur mampu memberikan beragam keuntungan bagi kesehatan. Selama berabad-abad, benda ini pun dinilai sebagai bagian terpenting dari perangkat rumah dan dianggap sebagai simbol status.

Bagaimana tidak penting, para peneliti membuktikan bahwa kasur mampu mempengaruhi kualitas tidur seseorang, yang kenyataanya turut mendukung produktivitas kerjanya. Namun, dari berbagai studi yang telah dilakukan, ternyata jenis kasur terbaik tergantung dari selera dan kebutuhan masing-masing individu. Artinya, jenis kasur yang cocok bagi seseorang belum tentu cocok bagi orang lainnya.

Seperti apa kasur yang tepat bagi kamar Anda? Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari berbagai jenis kasur.

1. Kasur Kapuk
Kasur yang terbuat dari bahan alami buah randu ini merupakan jenis kasur tradisional yang telah lama dikenal masyarakat. Karena terbuat dari bahan alami, kasur ini mampu menyerap panas. Tak heran, meski harganya murah, tidur di atas kasur kapuk terbilang cukup nyaman, karena empuk dan tidak panas.

Sayangnya, kasur ini bisa kempes setelah dipakai beberapa lama, sehingga harus ditambahkan kapuk lagi. Belum lagi penumpukan debu dan kutu di sela-sela kapuk, serta serpihan kapuknya yang keluar dari dalam kasur dapat mengganggu pernafasan. Karenanya, jenis kasur ini tidak bersahabat, terlebih bagi orang yang alergi terhadap debu atau kapas.

Jadi, jika Anda menggunakan kasur ini, dialarang malas untuk menjemurnya di bawah terik matahari dan menambahkan kapuknya ketika sudah mulai kempot.

2. Kasur Busa
Material kasur yang telah mengalami proses kimiawi ini hadir lebih dulu dibanding spring bed. Secara umum, kasur busa bisa dibilang cukup empuk dan nyaman. Kualitas kasur ini memang tergantung dari jenis busa sebagai bahan utama pembuatannya. Tetapi pada umumnya, usia kasur ini tak sepanjang spring bed. Karena seringnya pemakaian, kasur ini dapat kehilangan kelenturan sehingga menjadi kempes.

Kelemahan lainnya, kasur ini panas. Selain itu, pernah terjadi peristiwa penarikan produk busa pada tahun 2004. Busa bahan kasur ini diklaim dapat berpotensi menimbulkan penyakit kanker. Sebagian besar kasur jenis ini mengandung bahan polybrominated dipherilethers, yaitu senyawa yang mengandung karbon dan bromin. Zat ini memiliki efek buruk, yaitu racun yang mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh manusia.

3. Kasur Pegas
Kasur pegas (per) atau yang dikenal dengan spring bed adalah tipe yang sampai sekarang masih popular di kalangan konsumen. Kasur jenis ini menggunakan kombinasi per dan busa. Biasanya, makin banyak jumlah pegasnya, makin bagus kualitas kasur.

Karena sifat pegas yang dapat menerima tekanan dan memantulkan kembali, maka ia dapat mengikuti berat badan dan gerak tubuh seseorang saat berada di atasnya. Tidur menggunakan kasur pegas dinilai lebih nyaman dan sehat karena dapat menopang dan mengikuti posisi tidur secara baik.

Sayangnya, saat ini semakin banyak produsen yang memproduksi kasur pegas dengan kualitas di bawah standar. Kasur pegas yang terbaik dapat dilihat dari kualitasnya, antara lain jumlah pegas dan kualitas busa pelapis pada bagian atas. Jadi, teliti terlebih dahulu jika Anda hendak membeli kasur jenis ini. Jangan karena tergiur dengan harganya yang murah, salah-salah kasur pegas yang Anda beli ternyata hanya berisi ban-ban bekas.

4. Kasur Memory Foam
Memory foam terbuat dari busa viscoelastis di atas polyurethane yang padat. Mulanya, bahan ini diciptakan oleh para ilmuwan NASA untuk proyek luar angkasa. Material ini diciptakan untuk menahan tekanan yang luar biasa besarnya pada tubuh astronot saat masuk dan keluar dari atmosfer bumi.

Kasur ini mampu mengikuti bentuk tubuh seseorang yang tidur di atasnya. Bahkan gerakan tidak mempengaruhi orang yang yang tidur disebelahnya. Jenis kasur ini juga lebih awet dibandingkan dengan kasur berisi pegas di dalamnya. Kutu pun tidak bisa bersarang di dalamnya.

Seperti yang lainnya, kasur ini pun memiliki kekurangan. Selain harganya yang masih terbilang mahal, aliran udara tidak bisa bergerak di dalamnya, sehingga dapat menyimpan panas tubuh. Kemungkinan kasur ini juga terlalu keras untuk sebagian orang. Kasur memory foam yang baru biasanya beraroma menyengat. Kemungkinan jenis kasur ini tidak nyaman untuk orang yang gemuk.

5. Kasur Busa Latex
Busa latex terbuat dari karet alam yang bersifat elastis dan awet. Kasur latex bisa berupa 100% latex atau water-based latex (latex yang dicampur dengan air). Sama dengan memory foam, kasur ini pun mendukung tubuh dengan baik. Kutu tidak juga bisa bersarang di dalamnya, sehingga tidak menimbulkan alergi. Latex yang bahan alamiah bisa diperbaharui dan ramah lingkungan.

Berbeda dengan memory foam, aliran udara bisa bergerak di dalam kasur busa latex, sehingga tidak menyimpan panas. Selain itu, lebih awet dibandingkan kasur spring bed, dan lebih membal dibandingkan memory foam.

Ada beberapa kekurangan yang dimiliki kasur ini. Diantaranya, kurang baik jika sering terkena air, tidak cocok bagi orang yang alergi terhadap latex, dan harganya relatif lebih mahal.

6. Kasur Air
Kasur air atau tempat tidur air adalah kasur berisi air. Kulit kasur biasanya terbuat dari plastik vinil. Di dalam kasur dibagi menjadi kompartemen-kompartemen agar air tidak bergejolak keras ketika mendapat tekanan keras dari atas. Kasur air umumnya lebih berat dari kasur jenis lain.

Air di dalam kasur membuat orang yang tidur di atasnya merasa sejuk. Bila diperlukan, air di dalamnya bisa dihangatkan dengan penghangat bertenaga listrik agar orang yang tidur tidak kedinginan. Bahan kimia ditambahkan ke dalam air agar air di dalam kasur tidak ditumbuhi alga dan bakteri.

Kelemahannya, pemanas untuk kasur air memerlukan tenaga listrik yang cukup banyak. kasur air memerlukan antara 500 hingga 2000 kWh per tahun bergantung kepada iklim, ukuran kasur, dan faktor lain. Dibandingkan lemari es, kasur air memerlukan lebih banyak energi. Namun, pemakaian listrik bisa dikurangi sejumlah 60% pada kasur air berlapiskan karet busa.

7. Kasur Udara
Kasur udara adalah tempat tidur yang diisi dengan angin. Jenis kasur yang satu ini tengah naik daun karena kepraktisannya. Kasur udara mudah dilipat dan dibawa. Biasanya digunakan sebagai tempat tidur tambahan di ruang tidur, kasur untuk tamu, serta untuk travelling.

Karena kepraktisannya, kasur ini biasanya cocok digunakan di rumah yang berukuran kecil atau kos-kosan. Bahannya yang terbuat dari PVC vinyl plastic dan karet, membuat kasur jenis ini tahan air. Sehingga, kasur tersebut pun cocok digunakan bagi Anda yang memiliki balita. Ajaibnya, kasur yang ekonomis ini pun bisa digunakan untuk bermain di air, sebagai alat mengapung di kolam, danau ataupun di pantai.

Sejumlah produsen kasur udara pun mengklain, bahwa kasur ini mampu meningkatkan kualitas tidur dan bisa membantu meringankan penderita sakit tulang belakang. Karena, kelenturan kasur udara bisa diatur dengan mudah sesuai keinginan, yakni dengan mengatur isi udaranya. Namun, jauhkan kasur ini dari benda-benda tajam. Karena seperti balon, ia pun bisa bocor dan kempes. Sebab itulah, sediakan selalu lem penambal khusus kasur angin.

8. Kasur Sabut Kelapa dan Lateks Karet.
Kasur Sabut Kelapa dan Lateks Karet merupakan kasur terbuat dari serat sabut kelapa yang diproses menjadi serat keriting yang kemudian di semprot menggunakan kompon lateks karet. Kasur ini merupakan pengembangan dari kasur lateks, tentu kasur ini memiliki kekuatan yang lebih lama karena penggabungan dua unsur alam yang terkenal dengan kekuatan alaminya.
Kasur dari sabut kelapa yang dipadukan dengan karet latreks ini ada dua jenis:
1. Kasur sabut kelapa yang seratnya telah di keritingkan (coir) dengan disemprot dengan kompon lateks kartet, sehingga menghasilkan keempukan yang alami dan lebih nyaman dibandingkang dengan kasur busa yang menggunakan  per/pegas.
2. Kasur sabut kelapa yang seratnya masih lurus (fiber) dengan disemprot dengan kompon lateks karet. Kasur ini cenderung lebih keras namun tetap memiliki keempukan yang ternyata juga mampu menyembuhkan sakit pinggang atau gangguan tulang belakang.
Kasur sabut kelapa juga relatif sangat sangat mudah perawatannya, sebab kasur ini memiliki pori-pori lebih besar dibandingkan busa, apabila kasur ini terkena air ompol atau air kopi atau yang lainnya sangat mudah di bersihkan, dan tidak akan meninggalkan bau.

Untuk menentukan kasur yang terbaik untuk anda dipengaruhi juga oleh berat badan anda sendiri. Kenapa…? Sebab dari semua jenis kasur di atas tingkat keempukannya juga berbeda. Ada yang empuk, sedang dan keras. Maksudnya begini, jika tubuh anda kurus sebaiknya anda memilih kasur yang empuk dan sebaliknya jika tubuh anda gemuk kasur yang keras adalah pilihan utama.

Kategori:Informasi

BPPT Identifikasi Produk Sabut Kelapa untuk Dikembangkan

Pada saat penandatanganan nota kesepahaman antara AISKI dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kepala BPPT Marzan A Iskandar meminta para perekayasa dan peneliti di jajaran BPPT untuk terus melakukan inovasi dan pengkajian terhadap potensi-potensi produk dari bahan sabut kelapa.

Demikian diungkapkan Marzan dalam sambutannya usai penandatanganan nota kesepahaman antara AISKI dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tentang penerapan teknologi pemanfaatan sabut kelapa di gedung BPPT, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

“Saya meminta para perekayasa dan peneliti segera melakukan diskusi dan mengidentifikasi produk sabut kelapa yang masih bisa dikembangkan,” kata Marzan.

Sebagaimana diketahui, Indonesia yang dikenal sebagai produsen buah kelapa terbesar di dunia dengan luas areal kebun kelapa 3,8 juta hektar, masih tertinggal jauh dari Srilanka dan India dalam hal pemanfaatan sabut kelapanya.

Meski Srilanka hanya memiliki areal kebun kelapa seluas 0,4 juta hektar dan India memiliki areal kebun kelapa seluas 1,9 juta hektar, namun keduanya mampu memasok 70 persen kebutuhan sabut kelapa dunia.

Sementara Indonesia baru mampu berkontribusi sekitar 10 persen terhadap kebutuhan sabut kelapa dunia yang jumlahnya mencapai 500 ribu ton per tahun.

Ketua Umum AISKI Efli Ramli mengatakan, secara nasional, Indonesia baru mampu mengolah sabut kelapanya sekitar 3,2 persen dari total produksi sekitar 15 miliar butir per tahun.

Dengan demikian, jumlah sabut kelapa Indonesia yang belum diolah menjadi komoditas yang bernilai ekonomi mencapai 14,5 miliar butir per tahun.

Sementara itu, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan AISKI, Ady Indra Pawennari, menambahkan, harga penjualan sabut kelapa petani ke industri berkisar Rp 40–Rp 60 per butir.

Dengan demikian, petani kelapa Indonesia kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp 725 miliar per tahun karena ketidakberdayaan dan ketidaktahuannya akan manfaat sabut kelapa.

“Dalam industri sabut kelapa, dikenal ada 2 produk yang dihasilkan, yakni coco fiber dan coco peat. Coco fiber, dalam perdagangan internasional dimanfaatkan sebagai bahan baku industri spring bed, matras, bantal, sofa, karpet, jok mobil, tali, jaring, dan lain-lain,” jelasnya.

Sedangkan coco peat, penggunaannya masih terbatas sebagai media tanam. Karena itu, industri sabut kelapa Indonesia mengalami masalah besar dalam penanganan coco peat ini karena daya serap pasar yang sangat kecil.

Di negara-negara maju, kata Ady, coco peat ini sudah dapat diolah menjadi produk yang bernilai jual tinggi, namun lagi-lagi di pasar ekspor, Indonesia selalu kalah bersaing dengan Srilanka dan India.

Setiap butir sabut kelapa menghasilkan coco fiber sekitar 25 persen atau 0,15 kilogram dan coco peat sekitar 65 persen atau 0,39 persen, sisanya 10 persen menguap.

Sumber TRIBUNNEWS.COM

Kategori:Informasi

500 Pabrik Sabut Kelapa Akan Segera Didirikan

AISKI  Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia menargetkan pendirian pabrik sabut kelapa di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 500 unit. Dengan demikian, tahun depan Indonesia bisa memenuhi permintaan serat sabut kelapa atau coco fiber dunia sebesar 50 persen atau sebanyak 300.000 ton.

Ketua Umum AISKI Efli Ramli bersama Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Ady Indra Pawennari mengungkapkan hal itu seusai mempresentasikan programnya di depan Direktur Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Direktur Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bappenas) Adhi Putra Alfian, Kamis (13/9/2012) di Jakarta.

Saat ini, Indonesia baru bisa memenuhi kebutuhan serat sabut kelapa dunia sekitar 10 persen atau sebesar 60.000 ton per tahun. “Target kita, tahun depan Indonesia sudah bisa memenuhi 50 persen kebutuhan dunia yang jumlahnya mencapai 600.000 ton per tahun,” ungkapnya.

Efli yakin target pendirian 500 pabrik pengolahan sabut kelapa di semua sentra perkebunan kelapa Indonesia dapat terpenuhi menyusul tanggapan positif pemerintah melalui pemberdayaan koperasi dan usaha kecil menengah pedesaan. Selain itu, sejumlah calon investor juga sudah menyatakan berminat untuk menggarap potensi sabut kelapa ini.

“Berdasarkan data AISKI, saat ini kita sudah punya 150 pabrik pengolahan sabut kelapa, tapi yang produktif sekitar 100 unit dengan produksi rata-rata berkisar 200 ton per hari,” ungkapnya.

Setiap pabrik sabut kelapa di Indonesia rata-rata hanya mampu mengolah 16.000 butir sabut kelapa per hari atau 4,8 juta butir sabut kelapa per tahun. Sementara itu, potensi sabut kelapa Indonesia mencapai 15 miliar butir per tahun. “Kita baru mampu mengolah 480 juta butir sabut kelapa per tahun atau masih di bawah 1 persen,” katanya.

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan AISKI Ady Indra Pawennari menambahkan, potensi sabut kelapa Indonesia yang belum dimanfaatkan menjadi komoditas bernilai ekonomi mencapai 14 miliar butir per tahun. Harga pembelian sabut kelapa petani di pabrik pengolahan sabut kelapa Rp 40-Rp 70 per butir. “Dengan demikian, petani kelapa kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp 840 miliar per tahun,” tambahnya.

Harga penjualan serat sabut kelapa di pasar internasional 300 dollar AS-400 dollar AS per ton, sedangkan harga coco peat 200 dollar AS-225 dollar AS per ton. Setiap butir sabut kelapa rata-rata menghasilkan coco peat sebanyak 65 persen atau sekitar 0,39 kilogram dan serat sabut kelapa sebanyak 25 persen atau sekitar 0,15 kilogram.

Sumber KOMPAS.com

Kategori:Informasi

KASUR KESEHATAN SABUT KELAPA DAN LATEKS KARET

KASUR KESEHATAN SABUT KELAPA DAN LATEKS KARET

Adalah produk yang dapat membantu anda dalam penyembuhan berbagai penyakit yang sifatnya Non Virus misalnya :
Diabetes, Rematik, Asma/ Bronkitis, Kaki tangan kesemutan, kram, Susah tidur, Darah tinggi, Gangguan kepala, masuk angina, Pegal-pegal, Kanker, Gangguan mata, Gannguan hidung, Meriang masuk angina, Sakit gigi, sakit pingganh, Hidung tersumbat, Kaku pada bahu, kakudileher, Kaku dilutut, Reumatik dipinggang, Saluran pernafasan, Gangguan Maag, Gangguan ginjal, Gangguan liver, Pencernaan tidak lancer, Salah Bantal, Buang-buang air( diarrhea) , Mual, Gangguan kelenjar gondok, Ayan( epilepsi) , Pendarahan hidung, Kemandulan( barrenness) , Merangsang peredaran darah, Wasir, Lengan( rheumatic/ lumpuh) , kaki( rheumatic/ lumpuh) , Syaraf bagian wajah, Terkilir/ keseleo, Nyeri antara rusuk, Saluran pernafasan, Sakit ditumit, Sakit didada, Gangguan usus/ limpa, Darah tinggi, darah rendah, sukar tidur, Telinga berdenging, Nafsu makan kurang, Kelelahan badan, kedinginan, Ngompol, Asam urat, Sembelit, Gangguan kandung kemih, Titik-titik gairah sex, Mengurangi lemak, mendengkur.
Mungkin anda bertanya-tanya manfaatnya banyak banget bagaimana cara kerjanya ya?
Tenang cara kerjanya sangat sederhana dan super mudah karena bentuk dari produk ini hanya sebuah kasur yang mengalirkan hawa panas secara alami dengan sedemikian rupa ketitik-titik dibagian tubuh yang dirasakan sakit. Tanpa menggunakan panas dari api atau tambahan alat penghangat seperti aliran listrik.

Secara alami sifat KASUR KESEHATAN SABUT KELAPA DAN LATEKS KARET dapat menghangatkan pada saat cuaca dingin dang menyejukan saat cuaca panas. Produk semacam ini telah lama dikenal beberapa wilayah asia terutama wilayah yang memiliki musim dingin dan panas dan sebagian Australua,Amerika,Eropa.

Kategori:Informasi

KASUR LATEKS DENGAN SERAT SABUT KELAPA

September 9, 2012 3 komentar

Kasur lateks yang di olah dengan serat sabut kelapa semakin populer. Sosoknya berkorelasi positif dengan kesehatan dan kenyamanan. Namun tidak semua kasur lateks dengan serat sabut kelapa berkualitas prima.

Lebih dari lima tahun terakhir, kasur lateks semakin diminati. Hal itu disebabkan kasur lateks memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan jenis kasur lainnya.

Dari segi kesehatan, kasur berbahan lateks tidak menyebabkan alergi. Selain itu juga anti debu dan bakteri. Kasur lateks juga semakin nyaman, karena kemampuannya menyangga punggung ternyata lebih sempurna.

Banyak produk kasur lateks dapat ditemui di pasaran. Namun, Anda perlu hati-hati sebelum membeli. Tidak semua kasur lateks sama kualitasnya. Untuk memandu Anda, ada 10 poin yang harus diperhatikan:

1. Kasur lateks dengan serat sabut kelapa asli relatif berat. Oleh karena itu, sebelum Anda beli, coba angkat kasur lateks.

2. Kasur lateks dengan serat sabut kelapa memiliki lubang-lubang besar untuk menjamin elastisitasnya.

3. Kasur lateks dengan serat sabut kelapa berkualitas memiliki side wall system yang baik. Sehingga Anda tidak akan terjatuh, meskipun posisi tidur Anda di bagian pinggir.

4. Coba gosok sekuat mungkin permukaan kasur. Lateks dengan serat sabut kelapa asli tidak akan rontok, walaupun digosok sekeras-kerasnya.

5. Perhatikan warnanya. Kasur lateks dengan serat sabut kelapa asli berwarna kuning keemasan. Lateks sintetis berwarna kuning keputihan.

6. Carilah produsen kasur lateks dengan serat sabut kelapa yang berpengalaman, terutama yang sudah terbukti kualitasnya.

7. Uji kasur dengan menaikinya. Kasur lateks dengan serat sabut kelapa asli terasa “menggigit” karena elastis. Sedangkan kasur lateks sintetis akan tenggelam ketika Anda menaikinya.

8. Pastikan kasur lateks dengan serat sabut kelapa yang Anda pilih tidak dapat berdiri. Kasur lateks asli biasanya sangat lentur, sehingga tidak dapat berdiri.

9. Kasur lateks dengan serat sabut kelapa berkualitas baik dirancang untuk kenyamanan dan kesehatan.

10. Pastikan kasur lateks dengan serat sabut kelapa Anda berlogo Latex Naturally atau Bio Latex. Adanya logo menandakan bahwa kasur lateks sudah mendapat pengakuan internasional.

SUMBER: KOMPAS.COM

 

 

 

Kategori:Informasi